Kamis, 29 Mei 2014

SOFTSKILL

Softskill adalah suatu  keterampilan, bakat, dan kemampuan yang telah ada pada setiap individu, untuk dapat mengembangan perasaan positif, selalu dan bisa untuk berfikir positif dan mempunyai kebiasaan positif yang selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun untuk orang lain.

Saya pernah membaca disuatu blog yang isinya “Kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain”.

Pengalaman saya belajar mata kuliah softskill itu menyenangkan. Softskill menurut saya merupakan mata kuliah yang gampang tapi sulit. Maksudnya yaitu gampang jika kita mengerti dengan  materi dan tugas yang diberikan oleh dosen, dan sulitnya saat tugas yang sudah kita angap benar dengan tulisan yang kita buat di blog ternyata salah dan tidak sesui dengan tugas yang diberika. Mata kuliah softskill dapat melatih kemampuan kita seperti kemampuan berkomunikasi, memecahkan masalah, berhubungan dengan orang lain, pengambilan keputusan.

Minggu, 04 Mei 2014

Industrilisasi

Data atau Statistik suatu Industrilisasi
Anggota Kelompok :
1. Fauziah Nisa Aryono
2. Novi Handani
3. Roy Nugraha
4. Savitri Rahmannisa
Data/Statistik Industrilisasi Dalam Bidang Kelautan dan Perikanan.

Upaya Pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk Memacu Nilai Tambah Sektor Perikanan di Indonesia.
       Wajar saja upaya dilakukan di tengah-tengah berkurangnya penerimaan devisa terutama dari sektor migas. Apalagi bila dilihat dari potensi kekayaan sumber daya alam di sektor kelautan dengan luas lautan yang mencapai 5,8 juta km persegi dan panjang garis pantai 95.181 km. Persoalannya, potensi perikanan itu belum dilakukan secara optimal.
        Indikator itu bisa terlihat dari kapasitas pabrik pengolahan perikanan yang kini hanya di bawah 70% dari pengolahan ikan yang berjumlah 523 unit pengolahan ikan -147 unit pengolahan udang dan 376 unit pengolahan non udang. Misalnya di sektor pengolahan udang, dari 147 unit pengolahan udang hanya mampu memproduksi 565.624 ton. Kondisi yang sama juga terjadi pada pengolahan ikan. Bahkan, utilitas pengolahan ikan cakalang hanya mencapai 40%.
         Yang menjadi salah satu kendala industri itu adalah daya saing produk di pasar global. Produk pesaing seperti dari India atau Thailand kini mulai mengancam produk Indonesia. Meskipun banyak kendala yang menghadang industri perikanan, pelaku di komoditas ini tetap memiliki optimism bahwa industri itu tetap prospektif.
       Menurut Direktur PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk Herman Sutjiamidjaja “berbeda dengan perikanan tangkap seperti tuna, cakalang, tongkol, tenggiri dan jenis ikan tangkap lainnya relatif lebih menguntungkan meskipun tetap ada kendala berupa populasi ikan yang semakin menipis, illegal fishing dan sebagian besar nelayan tradisional hanya menggunakan armada kapal ukuran kecil. Biaya produksi pengolahan perikanan tangkap lebih kecil dibandingkan dengan biaya produksi pengolahan perikanan budidaya (udang)", jelasnya.
Dibawah ini adalah data/statistik Perkembangan Produksi ikan di Indonesia mulai tahun 2006-2012.
                                


          Apa solusi dari keterbatasan-keterbatasan itu terutama menyangkut optimalisasi industri? Solusi yang paling tepat tentu dengan menggenjot produksi ikan dengan melibatkan nelayan tradisional. Namun, nelayan -mencapai 2,2 juta orang harus dibina lebih baik lagi sehingga industri juga bisa tetap memaksimalkan kapasitas produksinya. Persoalan illegal fishing juga harus menjadi perhatian pemerintah. Betapa tidak kapal-kapal ikan asing kini masih leluasa mengeruk kekayaan laut Indonesia selain tidak dimungkiri ada perilaku pengusaha ikan yang menjual langsung tangkapannya ke luar negeri tanpa terlebih dahulu mendarat di pelabuhan perikanan.
           Pemilihan komoditas yang berdaya saing dengan fokus ke produk seperti udang, ikan nila, bandeng, patin juga bisa menjadi strategi untuk menuju pemain utama perikanan dunia, tidak hanya menghasilkan ekspor senilai US$3,3 miliar. Rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan merevitalisasi tambak udang di Pantai Utara (Pantura) Jawa seluas 135.000 hektar -dari total luas sekitar 800.000 hektar- secara bertahap mulai tahun 2012 juga patut diapresiasi meskipun untuk merealisasikannya tidak mudah.
           Seperti disampaikan oleh Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan “potensi tambak di Pantai Utara Jawa sangat luar biasa. Persoalannya, sebagian besar masih dikelola secara tradisional sehingga perlu direvitalisasi. Sudah menjadi tugas pemerintah juga bagaimana pelaku industri perikanan bisa dijembatani untuk memperoleh pendanaan. Tanpa dukungan pendanaan, mimpi menjadikan industri perikanan sebagai salah satu industri unggulan untuk pengerek devisa tentunya sulit terealisasi.”

Data/Statistik Industrilisasi dalam bidang Pertambangan (Batubara)

           Dalam sepuluh tahun industri Batubara telah memainkan peran yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Batubara merupakan salah satu energy alternatif yang memiliki pertumbuhan yang sangat pesat, baik dari segi produksi maupun ekspor. Industry ini memberikan sumbangan yang besar terhadap penerimaan negara yang jumlahnya selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2004 penerimaan negara dari sektor Batubara mencapai 2,57 triliun rupiah dan 5 tahun kemudian pada tahun 2009 penerimaan negara dari sektor ini telah mencapai lebih 20 triliun rupiah.
Indonesia adalah Negara pengekspor terbesar kedua setelah Australia , menurut data yang diperoleh dari Biro Pusat Statistik sejak 2001 hingga 2009 produksi dan ekspor Batubara di Indonesia terus meningkat . Pertumbuhan Produksi dan ekspor Batubara dapat dilihat dari tabel dibawah ini .


Sebagian besar produksi batubara di Indonesia atau sekitar 73% di ekspor diekspor ke luar negeri, sisanya sekitar 27% dikonsumsi didalam negeri . Negara tujuan ekspor batubara di Indonesia Jepang. Taiwan, Korea, China, dll. Pada tahun-tahun selanjutnya Indonesia diperkiran mampu memproduksi batubara lebih tinggi dari target pemerintah yang hanya 250 juta ton.

Perbandingan dari kedua sektor
          Jika dilihat dari sektor (Kelautan dan Pertambangan batubara) diatas,sektor pertambangan batubara tumbuh lebih pesat dibanding sektor perikanan, keuntungan dari sektor batubara bagi Indonesia jelas lebih memberikan keuntungan yang lebih besar. Namun, 2 sektor industrilisasi ini memiliki potensi yang sangat tinggi untuk memajukan ekspor dalam negeri demi memajukan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Meskipun dalam bidang Kelautan dan Perikanan masih memiliki banyak hambatan, Indonesia harus tetap optimis terhadap pertumbuhan produksi dan ekspor bidang perikanan. Namun tidak dapat dipungkiri, untuk mencapai perekonomian Indonesia agar lebih baik diperlukan campur tangan dan dukungan dari pemerintah Indonesia sendiri. 

Sumber : 



Sabtu, 26 April 2014

PERUSAHAAN YANG MEMBANTU PERKEMBANGAN INDONESIA


PT. PANASONIC LIGHTING INDONESIA
Panasonic Lighting Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan bola lampu dengan berbagai model dengan merek dagang Panasonic/National (sebelum tahun 2008). Perusahaan yang didirikan pada tanggal 16 September 1996 ini merupakan sebuah perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) yang 100% modalnya dimiliki oleh Matsushita Electric Corporation (MEC) dan Matsushita Electric Industrial Co.Ltd (MEI). Induk perusahaan PT. Panasonic Lighting Indonesia ini adalah Matsushita Electric Industrial Co.Ltd (MEI) yang didirikan oleh Konosuke Matsushita pada tanggal 7 Maret 1918 di Jepang dengan jumlah karyawan 90.000 orang. Perusahaan MEI bergerak dalam bidang produksi alat listrik dan peralatan electronik rumah tangga. Pada tahun 1952 PT. MEI mendirikan anak perusahaan dengan nama Matsushita Electronic Corporation (MEC) yang sahamnya 100% dari MEI. MEC ini dibagi dalam tiga group perusahaan yaitu semiconductor Group, Electron Tube Group, dan Lighting Group yang memproduksi lampu dengan PT. PLI sebagai salah satunya. Tingginya jumlah penduduk Indonesia yang kini mencapai 210 juta jiwa serta makin banyaknya desa-desa di Indonesia teraliri listrik, hal itu dilihat oleh Panasonic sebagai pasar potensial. Karenanya tak heran bila perusahaan elektonik raksasa Jepang tersebut, melalui salah satu anak perusahaannya PT. Panasonic Lighting Indonesia (PT. PLI), tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan membangun pabrik lampu di Pasuruan Jawa Timur
Secara umum, visi perusahaan adalah agar dapat menyumbang dan memperbaiki perekonomian dunia dan kesejahteraan sosial seluruh dunia. Target perusahaan saat ini adalah menjadi Perusahaan industri elektronik dengan Green Innovation nomor satu di tahun 2018. Misi/tujuan pendirian PT. Panasonic Lighting Indonesia adalah sebagai berikut: 
Agar dapat membantu memajukan perekonomian Negara Indonesia juga berupaya meningkatkan                  perekonomian sosial rakyat Indonesia dengan memajukan bangsa-bangsa lain yang ada di dunia. 
Memberikan kecukupan dalam dunia kelistrikan dan memberikan penerangan kepada seluruh rakyat di          dunia. 
Agar dapat mengikuti perkembangan teknologi tinggi dunia yang terus berkembang seperti dalam sifat            khususnya, mutu, harga, pengiriman dll. 
Berusaha ingin mempersembahkan barang produksi yang baik dari segala segi kepada pembeli dengan         cara melakukan pemeriksaan pasar, mengadakan pameran dan mencari informasi serta membangun               pabrik diluar negeri untuk menjaga harga.
Guna membantu perkembangan ekonomi lokal, PT Panasonic Gobel Indonesia memberikan sumbangan berupa pompa air dan lampu hemat energi untuk warga Desa Kahrikil, Bogor, Jawa Barat.“Selama lebih dari 50 tahun berbisnis di Indonesia, Panasonic berkomitmen membantu pemerintah lokal mengatasi kesulitan air bersih, untuk itu perusahaan berinisiatif membangun desa yang ramah lingkungan dan hemat energi. Kami berharap bantuan pompa air dan lampu hemat energi ini dapat bermanfaat untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi warga desa,” ujar

TOKOH EKONOMI

Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah


             Nama beliau ialah Shams al-Din Abu Abdillah Muhammad  Bin Abi Bakr Bin Ayyub bin Sa’ad yang terkenal dengan nama Ibn Qayyim al-Jawziyyah. Ibn Qayyim dilahirkan pada 7 Safar 691H/ 9 Januari 1292M di kampong Zara’ dari perkampungan Haura, sebelah tenggara Damsyik ( Damaskus ) dan meninggal dunia pada tempat yang sama pada tahun 751H/1350M. Beliau dibesarkan dalam keluarga yang mementingkan dan mencintai ilmu pengetahuan. Ayahnya adalah guru pertama Ibn Qayyim yang telah mengajarkan kepadanya ilmu-ilmu asas Islam termasuk ilmu al-fara’id. Beliau telah menuntut belbagai bidang pengajian dengan beberapa orang ulama’ terkenal pada waktu berkenaan. Antara bidang pengajian yang dipelajari daripada mereka ialah tafsir al Qur’an, hadith, usul al-fiqh dan fiqh. Kesungguhan dan ketekunan Ibn Qayyim mempelajari ilmu dalam belbagai bidang akhirnya menjadikan beliau terkenal sebagai seorang tokoh dalam bidang fiqh, usul al-fiqh, tafsir, bahasa Arab, ilmu kalam dan hadis. Malah menurut Ibn `Imad, Ibn Qayyim adalah seorang yang alim dalam bidang tasawuf.Ibn Qayyim sangat terkenal sebagai seorang tokoh ilmuwan pada zamannya dan dapat mengusai belbagai bidang ilmu. Beliau adalah salah seorang faqih yang mempunyai autoriti dalam Mazhab Hanbali. Beliau juga mempunyai personaliti dan peribadi yang baik yang amat sukar ditandingi oleh orang lain yang semasa dengannya. Ibn Kathir (m. 774H/1373M), salah seorang anak muridnya pernah menyatakan bahawa Ibn Qayyim adalah seorang yang kuat beribadah dan peribadi yang disukai oleh orang ramai pada waktu itu. Beliau menulis:
“Aku tidak pernah melihat pada zaman kami ini, orang yang kuat beribadat seperti Ibn Qayyim. Apabila sembahyang, sembahyangnya begitu lama. Beliau memanjang ruku`nya dan juga sujudnya”.
Selaku seorang ulama’ yang terkenal, Ibn Qayyim telah didampingi oleh banyak orang yang berguru dan mempelajari belbagai bidang ilmu dengannya. Antara anak-anak muridnya yang masyhur ialah Ibn Kathir tokoh dalam ilmu hadis dan sejarah, Zayn al-Din Ibn Rajab al- Hanbali (m. 795H/1397M) seorang tokoh dalam Mazhab Hanbali dan Ibn Hajar al-`Asqalani (m. 852H/1449M) seorang tokoh hadis yang tidak asing lagi.Ibnu Qayyim selalu menyertai ibnu taimiyyah sejak masih kecil sehingga lulus darinya dengan menguasai berbagai ilmu. Ia juga menempuh gurunya dalam berfatwa, mengajar dan mengarang. Ibnu Qayyim menonjol diantara kawan – kawannya, lebih banyak ilmunya, lebih kuat argumennya, lebih mengena dalam penjelasaannya dan lebih fasid dalam beredialog. Hal inilah yang mendukung dirinya banyak mengarang karyanya dalam disiplin ilmu. Sehingga ia menyeru ke semua pihak dengan panah kebenaran, ia juga juga mengalami apa yang dialami gurunya yaitu di fitnah dan dimusuhi serta bolak balik masuk penjara, serta banyak menanggung derita dalam mengemban ilmu.
Pemikiran Ekonomi Ibnu Qayyim
      Terdapat lima perkara utama pemikiran Ibn Qayyim dalam ekonomi yaitu:

Rabu, 02 April 2014

Ekonomi Indonesia

Ekonomi Indonesia



Indonesia memiliki ekonomi berbasis-pasar di mana pemerintah memainkan peranan penting. Pemerintah memiliki lebih dari 164 BUMN dan menetapkan harga beberapa barang pokok, termasuk bahan bakarberas, dan listrik. Setelah krisis finansial Asia yang dimulai pada pertengahan 1997, pemerintah menjaga banyak porsi dari aset sektor swasta melalui pengambilalihan pinjaman bank tak berjalandan asset perusahaan melalui proses penstrukturan hutang.
Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki potensi ekonomi tinggi; potensi yang mulai diperhatikan duniainternasional. Indonesia - negara dengan ekonomi paling besar di Asia Tenggara - sering disebut sebagaicalon layak untuk menjadi salah satu anggota negara-negara BRIC (Brasilia, Rusia, India dan Cina) karena ekonominya dengan cepat menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang sama dengan anggota lain tersebut. Belakangan ini sebuah kelompok baru sempat menuntut perhatian. Kelompok ini terdiri dari negara-negara berkembang yang ditandai dengan ekonomi menjanjikan yang beragam, sistem keuangan yang cukup canggih dan jumlah penduduk yang tumbuh dengan cepat. Kelompok ini dikenal dengan akronim CIVETS (Kolombia, Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki dan Afrika Selatan) dan - kalau ditambah - angka total Produk Domestik Bruto (PDB) anggota-anggota CIVETS ini diperkirakan senilai separuh PDB global pada tahun 2020.
Contoh lain yang menggambarkan pengakuan internasional akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuatadalah kenaikan peringkat dari lembaga pemeringkat kredit internasional seperti Fitch Ratings, Moody's danStandard & Poor's. Pertumbuhan ekonomi yang tangguh, utang pemerintah yang rendah dan manajemenfiskal yang bijaksana dijadikan alasan untuk kenaikan penilaian tersebut. Hal itu juga merupakan kunci dalam masuknya arus modal keuangan yang berupa dana asing ke Indonesia: baik aliran portofolio maupun investasi asing langsung (FDI) yang meningkat secara signifikan. Arus masuk FDI, yang sebelumnya relatif lemah dan mengguncang fondasi negara selama satu dasawarsa setelah Krisis Keuangan Asia, menunjukkanpeningkatan tajam setelah krisis keuangan global 2008-2009.

• Sumber daya alam/komoditas yang beragam dan melimpah
• Populasi generasi muda, besar dan sedang berkembang
• Stabilitas politik (yang relatif)
• Pengelolaan manajemen fiskal yang bijaksana sejak akhir tahun 1990-an
• Lokasi yang strategis terhadap perekonomian raksasa Cina dan India
• Upah tenaga kerja yang rendah

Dengan begitu, Indonesia sebagai ekonomi di mana peranan badan usaha milik negara (BUMN) dan kelompok usaha swasta sangat besar, menunjukkan adanya tanda positif untuk awal periode perkembangan ekonomi yang penting. Namun, juga perlu disebutkan bahwa Indonesia adalah negara yang kompleks dan berisi risiko tertentu untuk investasi serta mengalami kesulitan dalam rangka dinamika yang unik. Agar sadar akan risikoyang terlibat dalam investasi, kami sarankan Anda untuk membaca bagian Risiko Berinvestasi di Indonesiaserta mengikuti berita terbaru perkembangan politik, sosial dan ekonomi melalui bagian BeritaBisnis danKeuangan.

Daftar Referensi :


Minggu, 30 Maret 2014

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA


v  SEJARAH SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

             Indonesia terletak di posisi geografis antara benua Asia dan Eropa serta samudra Pasifik dan Hindia, sebuah posisi yang strategis dalam jalur pelayaran niaga antar benua. Salah satu jalan sutra, yaitu jalur sutra laut, ialah dari Tiongkok dan Indonesia, melalui selat Malaka ke India. Dari sini ada yang ke teluk Persia, melalui Suriah ke laut Tengah, ada yang ke laut Merah melalui Mesir dan sampai juga ke laut Tengah (Van Leur). Perdagangan laut antara India, Tiongkok, dan Indonesia dimulai pada abad pertama sesudah masehi, demikian juga hubungan Indonesia dengan daerah-daerah diBarat(kekaisaran Romawi).
              Perdagangan di masa kerajaan-kerajaan tradisional disebut oleh Van Leur mempunyai sifat kapitalisme politik, dimana pengaruh raja-raja dalam perdagangan itu sangat besar. Misalnya di masa Sriwijaya, saat perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat dan Eropa, mencapai zaman keemasannya. Raja-raja dan para bangsawan mendapatkan kekayaannya dari berbagai upeti dan pajak. Tak ada proteksi terhadap jenis produk tertentu, karena mereka justru diuntungkan oleh banyaknya kapal yang “mampir”.
v  SEBELUM KEMERDEKAAN

             Sebelum merdeka, Indonesia mengalami masa penjajahan yang terbagi dalam beberapa periode. Ada empat negara yang pernah menduduki Indonesia, yaitu Portugis, Belanda,Inggris, dan Jepang. Portugis tidak meninggalkan jejak yang mendalam di Indonesia karena keburu diusir oleh Belanda, tapi Belanda yang kemudian berkuasa selama sekitar 350 tahun, sudah menerapkan berbagai sistem yang masih tersisa hingga kini. Untuk menganalisa sejarah perekonomian Indonesia, rasanya perlu membagi masa pendudukan Belanda menjadi beberapa periode, berdasarkan perubahan-perubahan kebijakan yang mereka berlakukan di Hindia Belanda (sebutan untuk Indonesia saat itu).

Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC)ΓΏ
Belanda yang saat itu menganut paham Merkantilis benar-benar menancapkan kukunya di Hindia Belanda. Belanda melimpahkan wewenang untuk mengatur Hindia Belanda kepada VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), sebuah perusahaan yang didirikan dengan tujuan untuk menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus untuk menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC (Inggris).
Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octrooi, yang antara lain meliputi :
a.Hak mencetak uang
b.Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
c.Hak menyatakan perang dan damai
d.Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
e.Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja

Hak-hak itu seakan melegalkan keberadaan VOC sebagai “penguasa” Hindia Belanda. Namun walau demikian, tidak berarti bahwa seluruh ekonomi Nusantara telah dikuasai VOC.
Kenyataannya, sejak tahun 1620, VOC hanya menguasai komoditi-komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa, yaitu rempah-rempah.

Sabtu, 02 November 2013

Output


Perangkat output adalah perangkat komputer yang digunakan untuk menampilkan atau menyampaikan informasi kepada penggunanya. Informasi yang ditampilkan oleh komputer merupakan hasil dari pemrosesan yang telah dilakukan oleh komputer. Informasi yang diteruskan oleh komputer melalui perangkat output dapat berupa tampilan di layar hasil cetakan, suara, dan sebagainya. Macam macam output yaitu sebagai berikut: